WELCOME TO T5CREW-SHARING IS GOOD

Dear visitor, you have not login.We recommend you to be registered and login.Be a T5 member now..just click register button....
If you forgot your password,Just Send PM to Admin this forum

IF YOU HAVE PROBLEM
EMEL ADMIN: amirz_69@yahoo.com



 
HomePortalSearchRegisterLog in
Navigation
 Portal
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Latest topics
» Brothers in Arms: Earned in Blood [Rip]
21st December 2011, 3:04 pm by amirz69

» The Suffering [Rip]
21st December 2011, 3:02 pm by amirz69

» Call of Duty: Modern Warfare 3 (Repack)
20th December 2011, 12:44 pm by amirz69

» Bully: Scholarship Edition (Repack)
20th December 2011, 12:42 pm by amirz69

» Assassin's Creed: Revelations (Repack)
20th December 2011, 12:41 pm by amirz69

» Battle: Los Angeles -SKIDROW
20th December 2011, 12:39 pm by amirz69

» The Secret Order: New Horizon
20th December 2011, 12:37 pm by amirz69

» Tom Clancy's Splinter Cell Chaos Theory [Rip]
20th December 2011, 12:35 pm by amirz69

» Tom Clancy's Splinter Cell Double Agent [Rip]
20th December 2011, 12:33 pm by amirz69

» Super Bikes Riding Challenge
20th December 2011, 12:30 pm by amirz69

Top posters
amirz69 (1336)
 
salman (286)
 
phantom (86)
 
akhtar (81)
 
fire lord (55)
 
pizol96 (45)
 
hitaci96 (43)
 
duwax (35)
 
asyraf t5 (33)
 
mikhailaiman (26)
 
Statistics
We have 304 registered users
The newest registered user is hafizkhan89

Our users have posted a total of 2056 messages in 1239 subjects
Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

Most users ever online was 58 on 8th January 2016, 11:24 pm
CHATBOX
Live Traffic Map

Share | 
 

 BACA NIH..MMG SEDEY GAK..Papa…

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
amirz69
Administrator
Administrator


Posts : 1336
Points : 3198
Join date : 10/01/2010
Age : 20
Location : Kampung duyung,depan pc yg cantik,atas bumi terengganu

PostSubject: BACA NIH..MMG SEDEY GAK..Papa…   17th January 2010, 5:30 pm

MALAM itu saya benar-benar sibuk. Selepas solat Isyak dan menikmati hidangan, saya terus ke meja tulis - mahu menyiapkan kertas kerja yang akan saya bentangkan pada
mesyuarat tiga hari akan datang.

Baru nak mula, anak tunggal saya, Sarena, 6, tiba-tiba datang menghampiri. Dia membawa sebuah buku. Saya kerling, nampak dia tersengih-sengih manja. Begitulah dia, kalau ada sesuatu yang dimahukannya, dia akan bersikap terlalu manja.

"Papa... bacakan cerita ni. Bagus tau! Cerita pari-pari, Ina nak dengar," kata Sarena menghulurkan buku bergambar itu pada saya.
"Buku baru ya?" saya bertanya basa-basi tanpa menoleh, sekadar melayan. Sarena mengangguk lantas memberitahu buku itu dibeli ibunya pagi tadi.
"Papa sibuk... lain kali boleh tak?" saya memujuk. Sarena memuncung, memperjelaskan rasa kecewanya. Tapi saya benar-benar sibuk.
"Bolehlah papa... sekejap aja. Ceritanya sedap..." rengek Sarena enggan mengalah.
"Kan papa kata sibuk! Suruh mama baca..."
"Mama basuh pinggan. Aiaaaa... bacalah, papa!" Sarena merengek sambil menghentak-hentak kaki ke lantai. Nyata dia tak mudah mengalah.
"BUDAK INIIII...!!! Tak reti bahasa ke. Pergi sana!!!" saya jerkah permata hati saya itu. Sarena panik.



Dia terperanjat sungguh kerana tak menyangka saya bertindak sejauh itu. Nampak jelas matanya sedikit berkaca, lalu dia beredar sayu.
Dalam nada sebak, dengan muka yang sebek, Sarena beredar sambil menoleh ke arah saya. Dalam suara tersekat-sekat dia bersuara: "Nanti papa bacakan kuat-kuat cerita ini kat Ina, ya papa!"
Saya hanya memandang tajam ke arahnya. Sebaik tiba di pintu bilik dia menjeling saya, kali ini saya mengangguk.

Masa terus berlalu... seminggu, dua minggu namun kesibukan saya bertambah. Setiap kali pulang, Sarena tidak merengek minta dibacakan cerita pari-pari itu, namun tangannya tak lepas memegang buku itu. Mungkin juga dia faham saya terlalu sibuk.
Pagi minggu berikutnya sedang saya, isteri dan Sarena menik-mati sarapan bersama,. saya perhatikan buku itu masih dipegang-nya.

"Mama dah baca, seronok papa," kata Sarena. Saya mengangguk sambil tersenyum. "Bila papa nak bacakan?" riba-tiba Sarena bertanya.
"Mama dah baca, okeylah tu!" balas saya. Nampak wajahnya terkuncam. Saya terus menyuap makanan.
"Mama baca perlahan. Nanti papa bacakan kuat-kuat ya!" katanya. Saya mengangguk.

Selesai makan, saya capai akhbar. Lembar demi lembar saya tatapi. Tidak terfikir untuk menunaikan impian Sarena. Tiba-tiba terdengar bunyi suatu dentuman yang cukup kuat di luar.
Konsentrasi saya cuma terganggu sekctika, sebelum kembali memusatkan perhatian ke dada akhbar. Tiba-tiba pintu pagar rumah digegar. Saya segera menjenguk. Jiran-jiran menjerit-jerit mengatakan Sarena dilanggar kereta. Saya panik. Sempat berfikir, bila masa pula dia keluar, tadi ada kat dapur!
Saya memekik memanggil isteri sebelum meluru ke lokasi kemalangan. Sesungguhnya khabar itu benar, Sarena terkulai diribaan seorang jiran yang sedang memberi bantuan. Saya terus pangku anak saya, masuk ke kereta jiran yang sedia memccut ke hospital.

Darah membasahi pakaian Sarena. Nafasnya sesak. Isteri meraung sekuat hatinya.
"Ina...! Inaaaa...!! Inaaaaaa!!!" saya memanggil-manggil perlahan namanya di pangkal telinga Sarena yang berada dalam pangkuan. Tatkala itu nafasnya tersekat-sekat.
"Papa... mama... Ina takut. Ina sayang papa... Ina sayang mama, Ina tak nak mati!" bersuara Sarena antara dengar dan tidak sambil cuba membuka matanya yang dipenuhi darah. Saya kesat darah itu dengan tisu, namun sekadar cuma.. Darah kembali memenuhi wajahnya.
Tangisan kuat isteri saya membuatkan jiran yang memandu terus memecut. Di hospital, Sarena ditempatkan di bilik ICU ekoran keparahan cederanya.

Masuk hari kedua, keadaan Sarena tak berubah. Dia masih tak sedarkan diri dan terpaksa bernafas menggunakan respirator.
Itulah saatnya saya merasa cukup bersalah, lalu petang itu, saya bacakan cerita pari-pari dalam suara yang kuat tetapi tersekat-sekat di sisi katil Sarena. Semakin kuat saya membaca, semakin merumbai air mata. Kekesalan berlabuh, tapi segalanya telah musnah.

Mungkin Sarena tak dapat mendengar jalan cerita yang sangat diminatinya itu.
Keesokan harinya, saya bacakan sekali lagi, masih dalam nada suara yang kuat. Kemudian setiap hari saya bacakan cerita itu di telinga Sarena, sementara isteri saya tak henti-henti menangis. Dia mungkin terlalu marah dan kesal dengan tindakan saya ter-hadap Sarena sejak seminggu lalu.

Masuk hari ketujuh, sebaik saya mula membaca, Sarena tiba-tiba membuka matanya perlahan-lahan. Saya nampak terlalu sukar untuk dia melakukannya.
Bacaan saya terhenti. Air mata merembes dan saya usap-usap kepalanya. Beberapa ketika kemudian, Sarena memejamkan semula matanya - pejam buat selama-lamanya. Saya seperti terdengar suara Sarena mengucapkan terima kasih kerana membacakan cerita itu padanya.

"Papaaaa... nanti papa bacakan cerita ini kuat-kuat pada Ina ya..." kata-kata Sarena terngiang-ngiang di telinga saya hingga ke hari ini, walaupun setahun telah berlalu
Hingga kini saya masih tertanya-tanya, apakah sedikit perhatian yang diperlukan oleh seorang anak terlalu mahal untuk diberikan oleh seorang lelaki yang bergelar ayah?

Saya tidak dapat menjawab, selain air mata yang tumpah.
Back to top Go down
View user profile http://pungkingstang.forumotion.com
amirz69
Administrator
Administrator


Posts : 1336
Points : 3198
Join date : 10/01/2010
Age : 20
Location : Kampung duyung,depan pc yg cantik,atas bumi terengganu

PostSubject: Re: BACA NIH..MMG SEDEY GAK..Papa…   28th January 2010, 8:54 pm

sedih citer nie
Back to top Go down
View user profile http://pungkingstang.forumotion.com
 
BACA NIH..MMG SEDEY GAK..Papa…
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: T5REVOLTZ KOMUNITI :: Tazkirah-
Jump to: